KLIK SAJA - Di tengah proses hukum kasus pembakaran santri yang masih berlangsung, Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah terlihat menjenguk pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Ahmad Muzzaki Rahmatullah (AMR).
Kunjungan tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.
Dalam kesempatan itu, Nursiah menyampaikan pesan mengenai pentingnya tabayun sebelum menyebarkan informasi.
Unggahan tersebut kemudian turut dibagikan oleh Rieke Diah Pitaloka melalui akun Instagram miliknya. Berikut beberapa poin penting yang menjadi sorotan.
Wakil Bupati Lombok Tengah Menjenguk Pimpinan Ponpes yang Berstatus Tersangka
M. Nursiah diketahui mengunjungi Ahmad Muzzaki Rahmatullah (AMR) pada Senin, 13 Juli 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan ketika proses hukum kasus pembakaran santri masih berjalan.
Video kunjungan itu kemudian beredar luas dan menarik perhatian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Nursiah menyampaikan, “Untuk semua kita, baik kalangan masyarakat termasuk yang biasa mengelola bagaimana media, media sosial tentu ini adalah bagian dalam kehidupan. Setuju itu.”
Pernyataan tersebut menjadi awal penyampaiannya mengenai pentingnya bersikap bijak terhadap informasi yang beredar. Kunjungan itu kemudian memicu berbagai tanggapan dari publik.
Mengajak Masyarakat Bertabayun Sebelum Menyebarkan Informasi
Dalam keterangannya, Nursiah menilai setiap informasi yang beredar sebaiknya terlebih dahulu dipastikan kebenarannya.
Ia menyebut keterbukaan informasi tetap harus diiringi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan berita kepada masyarakat.
Menurutnya, proses tabayun menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan sebelum informasi dipublikasikan.
Nursiah mengatakan, “Siapa pun yang mengetahui permasalahan, itu ditabayun dulu baru diinformasikan, di-publish apakah lewat media-media maupun cerita-cerita.”