Namun, ia memastikan kasus tersebut sudah dilaporkan.
“Maaf ya aku belum bisa spill SPPG-nya. Untuk saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, jadi kita tunggu update selanjutnya aja,” ungkapnya.
“Makasih banyak atas support dan perhatiannya. Semoga kita selalu dijauhkan dari perilaku culas, dan dzolim,” lanjutnya.
Warganet Mengaku Pernah Mendapat Pengalaman Serupa
Di kolom komentar, sejumlah warganet mengaku pernah mengalami kejadian mirip.
Mereka menyebut pernah mendapatkan tawaran kerja sama dengan permintaan harga yang lebih rendah.
Salah satu akun mengaku pernah diminta menurunkan harga produk makanan.
“Saya pernah diminta untuk si menu MBG tiap mingguan, harga produkku Rp20.000, dia minta harga Rp5.000. Saya tolak, dia menaikkan jadi Rp7.000, katanya biar pake bahan frozen aja. Padahal saya susah jaga nama baik brand saya denga motto daging fresh dan dia menjatuhkannya untuk keuntungan pribadi,” tulis akun @mypiamoepalu.
Cerita serupa juga disampaikan pengguna lain yang mengaku memilih menolak tawaran tersebut.
Baca Juga: Benarkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Mundur? Simak 6 Fakta Lengkap Isu Pergantian Menkeu
Polemik Soroti Pengawasan Program MBG
Kasus dugaan percakapan antara vendor dan SPPG ini membuat publik kembali membahas pengawasan program MBG.
Sebab, pengadaan makanan untuk siswa berkaitan langsung dengan kualitas konsumsi penerima manfaat.
Pengawasan terhadap rantai penyediaan makanan menjadi perhatian agar program berjalan sesuai tujuan.
Sementara itu, unggahan viral tersebut masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang.