KLIK SAJA - Kasus dugaan kekerasan seksual atau pencabulan di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah terus menjadi perhatian publik.
Kasus ini semakin ramai diperbincangkan usai polisi menangkap pengasuh ponpes bernama Ashari (51) yang sempat melarikan diri hingga akhirnya diamankan di Wonogiri.
Di tengah proses penyidikan, muncul dugaan adanya puluhan santriwati yang menjadi korban kekerasan seksual oleh pelaku.
Bahkan beredar informasi bahwa sejumlah korban disebut mengalami kehamilan akibat tindakan tersebut.
Baca Juga: Viral Video Penangkapan Kiai Cabul Pati, Pelaku Bantah Disebut Kiai Saat Diciduk Polisi
Polisi Sebut Korban Mengalami Kekerasan Sejak 2020
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari korban berinisial FA.
Menurut hasil pemeriksaan, korban mengaku mengalami tindak kekerasan seksual sejak tahun 2020 lalu.
Kasus tersebut disebut berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang hingga tahun 2024.
Artanto menyebut korban mengalami tindakan pencabulan berulang kali saat masih menjadi santriwati di pondok pesantren tersebut.
Peristiwa itu kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.
Korban Mengaku Dicabuli Sebanyak 10 Kali
Dalam keterangannya, polisi mengungkap dugaan tindakan pencabulan dilakukan berkali-kali oleh pelaku.
Artanto menyebut korban FA mengaku mengalami kekerasan seksual sebanyak 10 kali di waktu berbeda.