Ia juga menambahkan bahwa jalur yang dilewati para pengendara sebenarnya merupakan akses pekerja proyek, bukan jalan umum menuju tol.
“Baru kali ini diarahkan masuk lewat Selokan Mataram,” lanjutnya.
Pemudik Sempat Mengira Jalan Tanah adalah Akses Tol
Beberapa pengendara yang terlanjur masuk ke jalur tersebut mengaku sempat mengira jalan tanah yang menanjak merupakan akses menuju gerbang tol.
Padahal, jalur tersebut bukan diperuntukkan bagi kendaraan umum karena kondisi jalannya sempit dan terbatas.
Warga sekitar akhirnya turun tangan membantu mengatur arah kendaraan agar tidak semakin masuk ke area yang sulit dilalui.
“Kita bantu atur supaya tidak makin keblasuk,” jelas Yaka.
Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan bisa kembali ke jalur utama tanpa menimbulkan kemacetan yang lebih panjang.
Pengendara Mengaku Ikuti Navigasi Digital
Salah satu pengendara bernama Brilian mengaku mengikuti petunjuk arah untuk menuju kawasan Sleman setelah melakukan perjalanan dari Magelang.
“Iya, mau ke Sleman saja liburan dari Magelang,” ujarnya singkat.
Beberapa kendaraan akhirnya diarahkan kembali ke jalur yang benar setelah mendapat bantuan warga sekitar.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengendara agar tetap memperhatikan kondisi jalan secara langsung, tidak hanya bergantung pada aplikasi navigasi.