Fakta tersebut menurut kuasa hukum seharusnya menjadi pertimbangan utama penyidik.
Rohman menilai dominasi kebijakan berada pada Walikota. Karena itu, ia mendesak penegak hukum bersikap adil.
Bukti Percakapan Grup WhatsApp “Pendopo”
Salah satu bukti yang disoroti tim hukum adalah percakapan dalam grup WhatsApp bernama “Pendopo”.
Grup tersebut beranggotakan Walikota Bandung Muhammad Farhan, Wakil Walikota Erwin, serta tersangka lain berinisial AW.
Dari riwayat percakapan itu, Rohman menyebut terlihat jelas siapa pihak yang mengendalikan arah kebijakan pemerintahan.
Bahkan, Erwin sempat mempertanyakan mengapa dirinya tidak dilibatkan dalam urusan strategis.
Percakapan tersebut dianggap mencerminkan ketimpangan peran antara Walikota dan Wakil Walikota.
Bukti digital ini telah disampaikan dalam proses pemeriksaan.
Tim hukum menilai fakta ini tidak bisa diabaikan penyidik.
Dugaan Proyek Diberikan kepada “Kroni”
Rohman juga mengungkap adanya dugaan pemberian paket pekerjaan kepada orang-orang dekat atau kroni Walikota Bandung.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Erwin dalam pemeriksaan.