Letak Pekalongan yang strategis di jalur pantura membuatnya mudah dijangkau.
Tak heran jika pencari kerja dari Batang, Pemalang, hingga Kabupaten Pekalongan ikut melirik.
UMK Rp2.700.926 dinilai cukup kompetitif dibanding daerah sekitar.
Banyak yang berharap bisa mendapat pekerjaan di kota ini demi penghasilan lebih baik.
Baca Juga: UMK 2026 Kabupaten Demak Naik Jadi Rp3,1 Juta, Harapan Baru Buruh atau Tantangan Dunia Usaha?
Arus pencari kerja ini membuat persaingan masuk dunia kerja makin ketat.
Perusahaan pun punya banyak pilihan tenaga kerja dengan beragam latar belakang.
Kondisi ini menuntut pekerja untuk terus meningkatkan keterampilan agar bisa bersaing.
Tantangan Menyesuaikan dengan Biaya Hidup Harian
Meski UMK sudah di atas Rp2,7 juta, biaya hidup tetap jadi perhatian utama.
Pengeluaran untuk kos, makan, transportasi, hingga kebutuhan pribadi harus diperhitungkan.
Bagi pekerja lajang mungkin masih terasa cukup, tapi bagi yang sudah berkeluarga bisa jadi pas-pasan.
Baca Juga: UMK 2026 Kabupaten Kendal Hampir Rp3 Juta, Ini Dampaknya bagi Pekerja!
Harga kebutuhan pokok yang fluktuatif juga memengaruhi daya beli gaji bulanan.
Karena itu, banyak pekerja harus pintar mengatur keuangan.