Ia selalu tersenyum dan bilang, “Enak kok, ini spesial.” Seolah ada rahasia besar di balik setiap suapan gosong itu.
Senyum Dimas di Tengah Bully yang Menyakitkan
Ejekan seperti “makan aspal” atau “muntahan kucing” jadi makanan sehari-hari bagi Dimas.
Anak seusianya mungkin sudah marah atau menangis, tapi tidak dengan dia.
Baca Juga: Info Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Bulan Januari 2026 Rute Medan – Batam - Jakarta
Dimas memilih diam, menunduk, lalu tetap makan dengan lahap.
Senyumnya sederhana, tapi menyimpan keteguhan yang tak semua orang punya.
Ia melindungi kotak bekalnya seolah melindungi sesuatu yang sangat berharga.
Di mata teman-temannya, itu cuma bekal aneh. Di hati Dimas, itu adalah bukti kasih sayang.
Kecurigaan Guru yang Berujung Niat Baik
Sebagai guru, melihat nasi keras dan bawang putih utuh di kotak makan itu rasanya tak tega.
Muncul prasangka, mungkin ibunya tak bisa masak atau kurang peduli gizi anaknya.
Baca Juga: Mau Liburan Tenang? Ini Cara IFG Lindungi Perjalanan, Rumah, dan Kesehatan Jelang Nataru 2025/2026
Apalagi saat ayam gorengnya datang dalam kondisi hitam pekat seperti arang.
Bau sangit memenuhi kelas dan membuat ejekan makin menjadi-jadi.