Kemandirian Daerah dan Edukasi Publik, Strategi Pemerintah yang Ditunjukkan Teddy Indra Wijaya Pascabanjir

photo author
- Rabu, 24 Desember 2025 | 04:28 WIB
Kemandirian Daerah dan Edukasi Publik, Strategi Pemerintah yang Ditunjukkan Teddy Indra Wijaya Pascabanjir (Teddy Indra Wijaya dinilai berupaya menjawab keresahan publik terkait penanganan bencana di Sumatera. (Dok. Setkab RI))
Kemandirian Daerah dan Edukasi Publik, Strategi Pemerintah yang Ditunjukkan Teddy Indra Wijaya Pascabanjir (Teddy Indra Wijaya dinilai berupaya menjawab keresahan publik terkait penanganan bencana di Sumatera. (Dok. Setkab RI))

KLIK SAJA - Penanganan bencana Sumatera yang melanda beberapa wilayah pada akhir November 2025 terus menjadi sorotan publik.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan bahwa pemerintah bekerja masif, bergerak cepat, dan kompak dalam menangani dampak bencana.

Peran Teddy dalam menyampaikan progres penanganan dianggap sebagai momentum penting untuk menunjukkan upaya pemerintah secara nyata.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai langkah ini menjadi kesempatan pemerintah untuk menjawab kritik terkait persepsi penanganan bencana yang dianggap belum optimal.

Baca Juga: Ancaman Driftwood Pascabanjir: Bottleneck Sungai dan Kayu Besar Bisa Perparah Bencana, Ini Ulasan Ilmiahnya!

Meski wilayah terdampak sangat luas, pemerintah tetap menunjukkan kinerja yang terstruktur dan koordinatif sejak hari pertama bencana.

Menurut Trubus, kondisi penanganan saat ini berbeda dengan Tsunami Aceh 2004.

Saat itu, pemerintah menetapkan status bencana nasional karena keterbatasan, termasuk belum adanya BNPB dan alokasi APBD untuk tanggap darurat.

Kini, pemerintah memiliki keleluasaan lebih, termasuk peran aktif pemerintah daerah, meski masih perlu dorongan kemandirian di level lokal.

Dalam hal ini, sosialisasi dan edukasi warga menjadi kunci agar penanganan bencana lebih efektif, seperti contoh warga Yogyakarta saat letusan Gunung Merapi atau warga Lumajang saat Gunung Semeru.

Teddy Indra Wijaya menjelaskan penanganan bencana secara rinci untuk menepis persepsi publik yang seolah-olah pemerintah tidak bergerak.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Pemanggilan Lisa Mariana dan Atalia Praratya Terkait Aliran Dana Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB

“Kita butuh kerja sama, kekompakan, energi positif. Kalau niat bantu, ayo sama-sama hibur warga, timbulkan optimisme, bikin senyum," ujarnya.

Langkah ini, menurut Trubus, membantu menjawab keresahan publik dan menunjukkan dinamika penanganan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X