Di sisi lain, beberapa netizen melihat cashless sebagai bagian dari modernisasi sistem pembayaran.
Diskusi ini jadi topik panas karena mencerminkan pergeseran kebiasaan masyarakat di era digital saat ini.
Banyak netizen yang juga mempertanyakan bagaimana gerai lain akan menghadapi keluhan serupa.
Tantangan Digitalisasi yang Dibahas Pemerintah
Selain BI, pemerintah melalui Kementerian UMKM juga memberikan tanggapan bahwa meskipun digitalisasi pembayaran terus digalakkan, usaha tetap harus membuka ruang pembayaran dengan sistem tunai.
Hal ini supaya semua segmen masyarakat tetap bisa terlayani, terutama mereka yang belum familiar dengan sistem QRIS atau teknologi digital.
Pemerintah mengajak pelaku usaha untuk mempertimbangkan sistem pembayaran ganda demi inklusivitas.
Pendapat ini membuka diskusi baru tentang bagaimana transisi cashless harus dilakukan secara adil dan bertahap.
Pelajaran bagi Brand dan UMKM
Kejadian di Roti O jadi pembelajaran bagi brand lain di Indonesia yang ingin menerapkan sistem pembayaran tanpa uang tunai.
Kesalahan komunikasi atau kebijakan yang tidak mempertimbangkan keanekaragaman pengguna bisa berimbas pada reputasi dan kepercayaan pelanggan.
Diskusi ini juga menyoroti pentingnya literasi digital yang merata supaya transisi ke pembayaran modern tidak merepotkan sebagian besar konsumen.
Beragam ahli pemasaran menyarankan agar brand tetap mempertahankan opsi pembayaran tradisional sambil mendorong adopsi digital.***