KLIK SAJA - Kasus ini bermula dari beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang nenek diduga tidak bisa membayar di Roti O karena hanya menerima pembayaran non‑tunai seperti QRIS.
Momen itu memicu gelombang komentar dari warganet, terutama mereka yang menilai kebijakan tersebut kurang ramah terhadap pengguna uang tunai.
Video viral ini cepat menjadi bahan diskusi tentang inklusivitas pembayaran di Indonesia.
Polemiknya tak hanya soal satu transaksi, tapi juga berbagai konsekuensi sosial di masa transisi menuju digitalisasi ekonomi.
Baca Juga: Kepolosan Anak Aceh Tamiang Jadi Penawar Duka, Tawa Mereka Tegar Menghadapi Bencana dan Rumah Runtuh
Banyak komentar yang mendukung dan menolak kebijakan cashless ini.
Permasalahan sederhana jadi topik besar di jagat online saat ini.
Roti O Buka Suara dan Minta Maaf
Menanggapi kehebohan itu, manajemen Roti O akhirnya angkat suara lewat unggahan di akun Instagram resmi @rotio.indonesia.
Mereka memberikan permohonan maaf atas kejadian yang viral dan menyatakan bahwa kebijakan transaksi non‑tunai diterapkan untuk mempermudah layanan serta memberikan promo kepada pelanggan.
Pernyataan ini sekaligus menjelaskan alasan mereka memilih sistem cashless di outlet.
Baca Juga: Kearifan Lokal Selamatkan Hidup, Air Sungai di Aceh Tamiang Disaring Warga Jadi Layak Guna
Manajemen juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal agar pelayanan ke depannya lebih baik lagi.
Klarifikasi ini jadi salah satu upaya meredakan kontroversi yang sudah menyebar luas.
Artikel Terkait
Informasi Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Bulan Januari 2026 Rute Jayapura – Jakarta
Warga Jalan Kaki Cari Nasi, Relawan Terjebak di Jalan: Kisah Pilu Banjir Bandang Bener Meriah
Banjir Surut, Derita Tertinggal! Warga Aceh Tamiang Terpaksa Pakai Air Sumur Kecokelatan
Libur Tenang Tanpa Was-was, Simak Tips BRI Biar Tak Jadi Korban Penipuan Saat Nataru
Informasi Jadwal Kapal Pelni KM Binaiya Bulan Januari 2026 Rute Bontang – Parepare – Denpasar – Labuan Bajo – Kupang – Makassar - Bima