Mereka menilai aktivitas tambang sudah kelewat batas.
Aksi ini menandai bahwa konflik tambang di Tumpang Pitu belum benar-benar selesai.
Warga Tegas Menolak Tambang di Petak 56
Penolakan warga kali ini fokus pada aktivitas tambang di Petak 56 yang dikelola PT BSI.
Baca Juga: Sumatera Berduka! Cerita Ayah Kehilangan Anak di Tengah Banjir Bandang dan Longsor Garoga
Dalam orasinya, warga secara tegas menyatakan tidak setuju wilayah itu ditambang.
Teriakan “setuju atau tidak Petak 56 ditambang” menggema dan dijawab serempak dengan kata “tidak”.
Suasana aksi pun terasa emosional dan penuh semangat.
Bagi warga, Petak 56 bukan sekadar lahan, tapi bagian dari ruang hidup mereka.
Penambangan di area itu dianggap mengancam keberlanjutan lingkungan.
Karena itulah, mereka memilih turun langsung ke lapangan.
Orator Katoyo Jadi Suara Perlawanan Massa
Dalam aksi tersebut, Katoyo tampil sebagai salah satu orator utama.
Ia lantang menyuarakan penolakan sekaligus mengingatkan alasan warga menentang tambang.