KLIK SAJA - Banjir dan longsor yang melanda Sumatera akhir November 2025 tak hanya menyisakan lumpur dan puing, tetapi juga cerita perjuangan warga demi sekantong bantuan.
Dari hutan curam hingga jalan desa yang amblas, akses terputus memaksa warga menjemput sendiri logistik ke posko.
Inilah potret perjuangan warga Desa Simaninggir, Tapanuli Tengah,
Akses Terputus, Warga Terpaksa Menjemput Bantuan Sendiri
Banjir dan longsor membuat banyak akses jalan di Sumatera terputus.
Kondisi ini juga dirasakan warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Bantuan yang disalurkan hanya mampu mencapai titik tertentu karena keterbatasan akses.
Akibatnya, warga harus memutar jalan dan menjemput langsung ke posko bantuan.
Perjalanan itu tentu bukan perkara mudah bagi warga yang terdampak.
Mereka harus membawa sendiri logistik menuju rumah masing-masing.
Di tengah keterbatasan, semangat untuk bertahan hidup terus menyala.
Bantuan yang seharusnya mudah dijangkau kini harus ditebus dengan tenaga ekstra.
Artikel Terkait
Dorong Inovasi, IFG Progress Ungkap Kunci Keluar dari Jebakan Pertumbuhan 5 Persen di Forum DEN–LPEM UI
Ramai Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya, Roy Suryo Tegaskan Hanya Diperlihatkan, Bukan Diperiksa
Wujud Hadirnya Negara, Danantara dan BP BUMN Lepas Ribuan Relawan dan Ratusan Truk Bantuan ke Sumatera
Tak Tinggal Diam, Danantara dan BP BUMN Kirim 1.066 Relawan Dampingi Warga Terdampak Bencana
Dari Sabu 4 Ton hingga 224 Ribu Batang Ganja, Ini Hasil Perang BNN Lawan Narkoba di 2025