Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya

photo author
- Minggu, 21 Desember 2025 | 18:07 WIB
Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya (Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_))
Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya (Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_))

Tak hanya Simaninggir, beberapa wilayah lain seperti Bonan Dolok, Naga Timbul, dan Kelurahan Nauli juga masih terisolir.

Banjir dan longsor membuat akses utama ke desa-desa ini terputus.

Badan jalan yang amblas menyulitkan mobilitas warga dan relawan.

Akibatnya, kebutuhan dasar pun sulit dipenuhi dengan cepat.

Baca Juga: Cek Disini! Info Jadwal Kapal Pelni KM Tilongkabila Periode Januari 2026, Lengkapi Lokasi Singgah!

Warga harus menempuh jalur alternatif yang berbahaya.

Kondisi ini memperlihatkan betapa pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur.

Tanpa akses yang layak, bantuan akan terus sulit dijangkau.

Baca Juga: Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Tawang Semarang Saat Libur Nataru Capai 67.422 Orang

Perjuangan warga Desa Simaninggir menembus hutan curam demi setengah karung bantuan menjadi potret nyata betapa beratnya hidup pascabencana.

Di balik angka bantuan, ada langkah-langkah penuh risiko yang tak boleh diabaikan.

Semoga akses segera pulih, agar bantuan tak lagi harus ditebus dengan perjuangan seberat ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X