Warga berharap suara mereka benar-benar didengar oleh pihak berwenang.
Aksi tolak tambang di Gunung Tumpang Pitu kembali menunjukkan bahwa konflik lingkungan dan investasi masih jadi persoalan serius.
Bagi warga, tambang bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi ancaman nyata bagi ruang hidup mereka.
Kedekatan lokasi tambang dengan hutan kelola masyarakat membuat kekhawatiran itu makin beralasan.
Baca Juga: Jangan Salah Niat! Ini Hukum Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan Menurut Ulama
Apalagi, adanya dugaan pelanggaran kesepakatan menambah luka kepercayaan.
Baca Juga: Bandara Ahmad Yani Diserbu Penumpang Nataru 2025, Harga Tiket Semarang–Jakarta Tembus Segini
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana pemerintah dan pihak perusahaan merespons tuntutan warga.
Apakah dialog akan benar-benar dibuka, atau konflik akan terus berulang?
Gunung Tumpang Pitu pun kembali jadi saksi perjuangan warga menjaga tanah mereka.***
Artikel Terkait
Danantara dan BRI Turun Tangan Salurkan Bantuan dan Pulihkan Harapan Warga Aceh Tamiang
Sambut Libur Nataru! Begini Cara Pelni Semarang Pastikan Seluruh Kapal Laut, Siap Antar Penumpang Aman dan Nyaman
Bukan Uang atau Mainan, Bocah Aceh Ini Cuma Minta Sajadah buat Salat Bareng Ibu, Bikin Hati Tersentuh
Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya
Dari Korban hingga Huntara, Ini Update Lengkap Penanganan Bencana Agam Sumatera Barat Versi BNPB