Ia menyebut aplikasi tersebut beredar luas dan bisa diakses siapa saja.
"Gawat ternyata, ada aplikasi matel yang bisa didownload dan secara terbuka dan berbayar oleh siapapun," terang Manang.
Beberapa aplikasi yang disorot antara lain bertajuk Data Matel R2 Lengkap hingga Super Matel Aplikasi R4.
Isi aplikasi tersebut disebut memuat data nasabah kendaraan roda dua dan roda empat.
Baca Juga: Informasi Kapan Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 dan Apa Saja Target Penindakan Pelanggarannya?
"Dalam aplikasi tersebut berisi data-data nasabah, kendaraan roda dua maupun roda empat yang melakukan tunggakan, karena wanprestasi atau gagal bayar," tutur Manang.
Jika benar, kondisi ini jelas mengancam privasi dan keamanan warga.
Diduga Jadi Alat Intimidasi, Penarikan di Jalanan Ditegaskan Ilegal
Manang menegaskan, aplikasi tersebut diduga kuat menjadi alat utama matel jalanan.
"Dan ternyata, aplikasi itu banyak digunakan oleh matel-matel jalanan, yang ilegal, yang mencari nasabah yang gagal bayar," jelasnya.
Data dari aplikasi itu kemudian dijadikan rujukan untuk berburu target.
"Mereka mendapatkan datanya dari aplikasi tersebut, kemudian melakukan hunting di jalanan," kata Manang.
Baca Juga: Di Balik Senyum Bocah Pengungsi Aceh, Ada Kehilangan Besar dan Rasa Syukur yang Mengharukan
Aksi tersebut kerap berujung intimidasi hingga kekerasan.
"Kemudian ketika menemukan target, mereka kemudian melakukan perampasan, kekerasan, ancaman kekerasan, atau intimidasi," sambungnya.