Di tengah situasi sulit, mereka masih mampu menunjukkan antusiasme yang murni.
Tetap Sehat dan Penuh Semangat di Tengah Keterbatasan
Tak hanya soal makanan, relawan juga menanyakan kondisi kesehatan mereka.
Dengan ekspresi ceria, salah satu bocah itu menjawab, "Sehat."
Kata singkat tersebut seolah menjadi simbol ketangguhan anak-anak di tengah situasi rentan penyakit.
Meski tinggal di tenda pengungsian, semangat hidup mereka tetap terjaga.
Madu dan kurma bukan sekadar camilan, tetapi juga simbol perhatian dan kepedulian.
Energi positif itulah yang membuat mereka tetap tersenyum.
Berlari Pergi Membawa Senyum dan Harapan Baru
Setelah menerima bingkisan sederhana itu, kedua bocah tersebut tak berlama-lama.
Mereka berlari kembali ke tempat berkumpulnya para pengungsi, membawa madu, kurma, dan senyum lebar.
Baca Juga: Mengenal Waterfront Kapuas Pontianak, Spot Terbaik Habiskan Tahun Baru di Kota Khatulistiwa
Di tengah dinginnya tenda pengungsian, kebahagiaan kecil itu terasa menghangatkan.
Momen ini menjadi bukti bahwa kebahagiaan anak-anak tidak bergantung pada kemewahan.