KLIK SAJA - Keterbukaan informasi kini menjadi salah satu indikator utama tata kelola perusahaan yang modern dan dipercaya publik.
Indonesia Financial Group (IFG), sebagai holding asuransi, penjaminan, dan investasi di bawah Danantara Indonesia, kembali menegaskan posisinya di garis depan dalam agenda transparansi ini.
Dalam acara Sosialisasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, IFG memaparkan bagaimana komitmen terhadap keterbukaan bukan sekadar mengikuti regulasi, tetapi bagian integral dari layanan publik.
Acara yang menghadirkan Komisi Informasi Pusat ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman seluruh entitas IFG terkait standar keterbukaan berbasis tata kelola data yang mumpuni.
Baca Juga: Duka Terra Drone! Ketika Buruh Perempuan dan Ibu Hamil Masih Belum Benar-Benar Dilindungi
Momen ini juga menjadi tindak lanjut pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Uji Publik KIP 2025.
Dengan berbagai dinamika yang semakin menuntut akuntabilitas tinggi, IFG ingin memastikan tidak ada celah dalam penyediaan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Transparansi dipandang sebagai pondasi reputasi, bukan sekadar kewajiban administratif.
IFG Tegaskan Transparansi Sebagai Pelayanan Publik Modern
IFG menegaskan bahwa keterbukaan informasi kini ditempatkan sebagai pelayanan publik, bukan hanya pemenuhan regulasi.
Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, IFG berupaya menjadi role model bagaimana BUMN menjalankan transparansi secara profesional di era digital.
Transparansi dipandang sebagai instrumen membangun kepercayaan, terutama bagi sektor asuransi dan penjaminan yang sangat sensitif terhadap isu kepercayaan publik.
Dalam acara sosialisasi ini, IFG menekankan bahwa data, arsip, dan informasi harus dikelola secara rapi dan responsif guna mendukung pelayanan masyarakat.