Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Tanggamus, Lampung, dan dimakamkan dengan penuh duka dan penghormatan.
Banyak warganet ikut menyampaikan belasungkawa dan mempertanyakan perlindungan yang diterima pekerja hamil di tempat kerja.
Tragedi yang menimpanya kini menjadi simbol betapa pentingnya kepastian keselamatan dan hak cuti bagi ibu bekerja.
Apa yang Terjadi Saat Kebakaran? Fakta di Lokasi
Baca Juga: Gua Natal Besar, Pohon Raksasa, Lampu Tematik! Inilah Gereja-Gereja Paling Meriah di Semarang
Kebakaran terjadi sekitar jam istirahat makan siang ketika ada 76 orang berada di dalam gedung.
Api diduga cepat membesar karena material ruangan dan penempatan perangkat elektronik yang padat.
Beberapa karyawan berhasil menyelamatkan diri melalui tangga darurat, namun sebagian lainnya terjebak karena akses evakuasi terhalang asap pekat.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan warga sekitar ikut membantu memecahkan kaca dari luar.
Total 54 orang selamat, sementara 22 lainnya tidak bisa keluar tepat waktu.
Para saksi menyebut asap datang lebih cepat daripada api, membuat banyak pekerja kehilangan orientasi di lorong sempit.
Kejadian ini menjadi pembahasan luas soal kesiapan perusahaan menghadapi situasi darurat.
Pemeriksaan Polisi dan Tanggung Jawab Manajemen
Setelah insiden, kepolisian memeriksa delapan orang saksi dari berbagai pihak, termasuk warga sekitar, HRD, dan perwakilan manajemen.