nasional

Banjir Bandang dan Longsor Melanda 18 Kabupaten, BMKG: “Ada Siklon 91S, Curah Hujan Bisa Meningkat”

Rabu, 10 Desember 2025 | 04:16 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Melanda 18 Kabupaten, BMKG: “Ada Siklon 91S, Curah Hujan Bisa Meningkat” (Menyoroti potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan kembali melanda Sumatera Utara (Sumut) usai bencana banjir bandang. (Dok. BNPB))

Suhu Laut Hangat 29–30°C, Uap Air Melimpah, dan Awal Pembentukan Awan Tebal

Suhu muka laut yang hangat menjadi salah satu pemicu utama mengapa cuaca ekstrem semakin meningkat.

Hendro dari BBMKG menyebut permukaan laut di sekitar Sumut berada di kisaran 29–30°C, kondisi yang ideal untuk pembentukan awan konvektif.

“Dengan adanya faktor-faktor ini, wilayah Sumatera Utara diprediksi akan menerima tambahan uap air,” terangnya.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini, Begini Penjelasan Lengkap soal Dua Bibit Siklon yang Picu Hujan dan Gelombang Tinggi

Kelembapan tinggi di semua lapisan atmosfer mendorong awan hujan tumbuh lebih cepat dan lebih besar.

Ini juga yang menyebabkan peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG menjadi lebih serius dari biasanya.

Pada wilayah pantai barat, pertambahan uap air ini bahkan bisa memicu hujan lebat berkepanjangan.

Gabungan semua faktor tersebut menempatkan Sumut dalam status rawan sepanjang pekan.

Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi agar bisa mengambil langkah mitigasi tepat waktu.

Daftar Wilayah yang Paling Berpotensi Mengalami Hujan Lebat

BBMKG Wilayah I merinci sejumlah wilayah yang masuk kategori potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat dampak bibit siklon 91S.

Baca Juga: Duka Ribuan Korban Bencana Jadi Pemicu, Ini Alasan Utut Adianto Dorong Pembentukan Kementerian Khusus Bencana

Wilayah yang berada di jalur angin dan uap air paling padat antara lain Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan kawasan Nias seperti Nias Selatan hingga Nias Barat.

Kota-kota seperti Gunungsitoli, Sibolga, dan Padang Sidempuan juga berada dalam daftar pemantauan intens.

Halaman:

Tags

Terkini