Suhu Laut Hangat 29–30°C, Uap Air Melimpah, dan Awal Pembentukan Awan Tebal
Suhu muka laut yang hangat menjadi salah satu pemicu utama mengapa cuaca ekstrem semakin meningkat.
Hendro dari BBMKG menyebut permukaan laut di sekitar Sumut berada di kisaran 29–30°C, kondisi yang ideal untuk pembentukan awan konvektif.
“Dengan adanya faktor-faktor ini, wilayah Sumatera Utara diprediksi akan menerima tambahan uap air,” terangnya.
Kelembapan tinggi di semua lapisan atmosfer mendorong awan hujan tumbuh lebih cepat dan lebih besar.
Ini juga yang menyebabkan peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG menjadi lebih serius dari biasanya.
Pada wilayah pantai barat, pertambahan uap air ini bahkan bisa memicu hujan lebat berkepanjangan.
Gabungan semua faktor tersebut menempatkan Sumut dalam status rawan sepanjang pekan.
Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi agar bisa mengambil langkah mitigasi tepat waktu.
Daftar Wilayah yang Paling Berpotensi Mengalami Hujan Lebat
BBMKG Wilayah I merinci sejumlah wilayah yang masuk kategori potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat dampak bibit siklon 91S.
Wilayah yang berada di jalur angin dan uap air paling padat antara lain Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan kawasan Nias seperti Nias Selatan hingga Nias Barat.
Kota-kota seperti Gunungsitoli, Sibolga, dan Padang Sidempuan juga berada dalam daftar pemantauan intens.