Pendekatan ini menunjukkan bahwa koperasi bisa kreatif dalam merancang model ekonomi yang tetap sejalan dengan nilai gotong royong.
Koperasi Disiapkan untuk Terhubung dengan MBG dan Rantai Pasok Nasional
Imam Maskun juga menyampaikan bahwa koperasi ke depan akan mengembangkan usaha berbasis Inpres Nomor 9 Bab 15.
Ia berharap KKMP Tukangkayu bisa menjadi penyangga MBG (Modern Business Group) dalam rantai pasok.
Jika terhubung, KDMP dan MBG dapat saling menguatkan, terutama dalam kebutuhan bahan baku dan pasokan pangan.
Hal ini membuka peluang koperasi kelurahan untuk berperan lebih besar di level kabupaten atau bahkan provinsi.
Kolaborasi dengan Bulog, Pertamina, BTN, BNI, hingga perusahaan daerah semakin memperkuat fondasi itu.
Dengan jejaring yang luas ini, koperasi tidak lagi sekadar unit kecil, melainkan calon pusat distribusi untuk sembako, LPG 3 kg, dan produk UMKM.
Proyeksi ini membuat KKMP Tukangkayu terlihat sebagai model bisnis lokal yang siap berkembang secara berlapis.
Banyuwangi Disiapkan Menjadi Role Model Nasional dalam Koperasi Modern
Menkop Ferry menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki modal sosial dan infrastruktur yang kuat untuk menjadi rujukan nasional.
Ia menilai model KKMP Tukangkayu bisa menjadi contoh tentang bagaimana koperasi dikelola modern, terintegrasi digital, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai gotong royong.
“Ketika masyarakat diberi akses usaha, permodalan, dan pelatihan, koperasi bisa menjadi motor ekonomi lokal,” tegasnya.