Bergaji besar ternyata tidak membuatnya betah. Ia memilih keluar dan menempuh pendidikan ekonomi.
Di Purdue University, AS, ia meraih Master dan Doktor.
“Ya saya banting setir aja ke ekonomi, karena capek.”
Baru Dilantik di Kabinet Prabowo, Tapi Sudah Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik
Diangkat sebagai Menkeu pada September 2025, Purbaya langsung tancap gas.
Menurut Survei Indonesia Political Opinion (IPO), pada Oktober 2025 ia menjadi menteri dengan kinerja paling baik, mencapai 17,5 persen, melampaui Menteri Seskab Teddy Indra Wijaya (15,1 persen) dan Menlu Sugiono (11,8 persen).
Didikan Masa Kecilnya Keras dan Membentuk Karakternya
Purbaya tumbuh dengan rutinitas disiplin. “Setengah lima udah bangun, pukul 05.00 pagi sudah jalan kaki sejauh 2 kilometer,” ujarnya saat mengenang masa kecil di Bogor.
Kebiasaan itu yang ia sebut “tempaan” menjadi pondasi ketangguhan mentalnya.
Baca Juga: Penyitaan Dianggap Melawan Hukum, Jaga Marwah Gugat Satgas BLBI dan Minta KPK Turun Tangan
Dari Lapangan Migas ke Gedung Keuangan Negara
Perjalanannya tidak linear dari lapangan panas, mesin berat, dan begadang tanpa henti menuju ruang rapat, kebijakan fiskal, dan grafik ekonomi negara.
Perpindahan ekstrem itu justru membuat Purbaya punya perspektif unik ia pernah berada di titik paling teknis, paling lelah, dan paling manusiawi dalam kariernya.***