“Sekarang pupuknya banyak, penebusan gampang,” katanya.
Pola distribusi ini membuat petani merasa akses mereka terhadap pupuk lebih terjamin dan tidak menimbulkan kecemasan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bagi petani, kemudahan seperti ini sangat berarti.
Kios Pupuk Lebih Sibuk, Penyerapan Mencapai 70 Persen
Perubahan kebijakan juga memengaruhi kios-kios pupuk.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem di Sumut! Delapan Meninggal, Ribuan Mengungsi, dan Banyak Akses Jalan Putus
Koyum, pemilik kios Berkah Tani di Jonggol, mengaku penyerapan pupuk sekarang naik signifikan.
Dari total stok yang ia miliki, sudah 70 persen terserap, padahal tahun belum tutup.
Sebelumnya, ketika harga pupuk masih tinggi, stok hanya habis sekitar 80 persen sampai akhir alokasi.
Artinya, petani kini lebih aktif menebus pupuk karena merasa harga lebih masuk akal dan stok tersedia.
“Penurunannya bikin petani semangat,” ujar Koyum.
Ia bahkan merasakan dampak positif bagi usahanya sendiri.
Baca Juga: Cek Kalender! Desember 2025 Punya Long Weekend Panjang, Ini Rincian Tanggal Merahnya
Kebijakan ini menggerakkan seluruh rantai dari petani sampai pedagang.
Panen Lebih Optimis, Rantai Ekonomi Desa Ikut Bergerak