KLIK SAJA - Ekonom Anthony Budiawan mengapresiasi sikap tegas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terkait impor ilegal baju bekas, yang ia nilai selama ini luput dari perhatian serius.
Ia menegaskan bahwa impor barang bekas bukan sekadar isu harga murah, melainkan praktik dumping yang menghancurkan industri dalam negeri.
“Impor barang bekas ini justru dumping dan merugikan, membuat beberapa industri kita tutup,” ujarnya.
Anthony juga menyoroti bahwa aturan antidumping sebenarnya sudah ada, tetapi pelaksanaannya belum berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: BRI Gaspol Diversifikasi Dari Payroll, KPR Tier-1, hingga Layanan Bank Emas Lewat Super App Tring
Dampaknya, industri lokal dipaksa bersaing dengan barang murah yang tidak adil.
Menurutnya, pembiaran semacam ini hanya memperlebar jurang kerentanan ekonomi Indonesia.
Daya Beli Rendah Bukan Alasan Membiarkan Impor Ilegal Masuk
Isu barang bekas memang sering kali dilekatkan dengan kondisi daya beli yang masih rendah di masyarakat.
Namun, bagi Anthony, alasan tersebut tidak bisa digunakan untuk membenarkan masuknya impor ilegal. “Itu harus dicari solusi, nggak bisa kita bilang daya beli masyarakat rendah lalu barang bekas masuk,”tegasnya.
Ia mengibaratkan bahwa jika logika itu dipakai, maka pangan murah impor pun bisa dianggap wajar padahal itu bisa memukul petani lokal.
Baca Juga: Erupsi Semeru Reda Tantangan Distribusi Bantuan Justru Menguat, Ini Kata Pemkab Lumajang
Ia menekankan bahwa tidak semua barang murah mencerminkan kompetisi yang sehat.
Indonesia, menurutnya, perlu menyelesaikan persoalan daya beli tanpa menghancurkan industri sendiri.