Prabowo menyebut kemitraan ini sebagai “babak baru hubungan bilateral,” menandai model kerja sama yang memberi nilai tambah di dalam negeri.
Program ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan armada perikanan yang lebih modern dan efisien.
Di saat banyak negara masih sibuk berdebat soal impor, Indonesia justru memilih membangun bersama.
Investasi Rp87 Triliun yang Menghidupkan Dua Ekonomi Sekaligus
Nilai kemitraan maritim ini disebut mencapai £4 miliar, atau setara Rp87,7 triliun angka yang membuat industri galangan kapal nasional kembali bergairah.
Investasi itu akan dikelola melalui kerja sama perusahaan galangan kapal Indonesia dan Babcock International asal Inggris.
Tak hanya soal kapal kemitraan ini membawa efek domino ke berbagai sektor, dari pertahanan laut hingga ketahanan pangan nasional.
Prabowo menegaskan bahwa proyek ini akan memperkuat industri perkapalan lokal, memberdayakan nelayan, hingga menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Inggris juga mendapatkan manfaat berupa peningkatan aktivitas industri teknologi maritimnya.
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana dua negara bisa tumbuh bersama tanpa harus saling mendominasi.
Di tengah perlambatan ekonomi global, kerja sama seperti ini membawa angin segar dan rasa percaya diri baru.
Implikasi Besar bagi Nelayan, Pesisir, dan Ketahanan Pangan
Salah satu poin menarik dari kemitraan ini adalah fokus kuat pada pemberdayaan masyarakat pesisir.