Roy mengakui bahwa ruang geraknya kini terbatas. “Pasti membatasi saya seolah-olah menjadi terbatas kemana-mana,” tuturnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa ia bukan tahanan kota, sehingga perjalanan luar kota tetap diperbolehkan.
Baginya, larangan ke luar negeri tidak terlalu berdampak karena ia merasa data yang ia perlukan sudah cukup. “Ada perpanjangan? Ya nggak apa-apa, saya santai aja,” katanya.
Kalimat ini memberi kesan bahwa ia tidak merasa terpojok, meski status hukum sedang menjerat.
Kasus Berlanjut, Polemik Makin Lebar, dan Publik Masih Memantau
Kasus ijazah Jokowi telah melebar dari sekadar perdebatan publik menjadi proses hukum yang panjang dan penuh drama.
Penetapan tersangka, pencekalan, dan berbagai pernyataan Roy Suryo membuka babak baru yang mungkin masih akan berlanjut.
Di balik berbagai pasal, konferensi pers, dan perdebatan ruang publik, satu hal jelas publik masih terus memantau, sementara para tersangka kini harus membatasi langkah mereka setidaknya enam bulan ke depan.***