KLIK SAJA - Gegap-gempita pembangunan di Maluku Utara sering digambarkan sebagai tanda kemajuan.
Namun di sisi lain, ada cerita yang tidak kalah keras suaranya dugaan konflik kepentingan yang menyeret langsung nama Gubernur Sherly Tjoanda.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menyebut ada pola hubungan antara kekuasaan dan bisnis tambang yang, jika benar, bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
Berikut rangkuman mengenai temuan JATAM.
JATAM Soroti Dugaan Konflik Kepentingan Gubernur Malut.
Baca Juga: BRI Menang Besar di ASRA 2025, Dari CEO Letter hingga Materiality Report Semua Jadi Sorotan
Dalam laporan investigatifnya, JATAM menilai Sherly Tjoanda tidak berada hanya di satu sisi meja.
Ia disebut memiliki keterhubungan dengan sejumlah perusahaan tambang, dari nikel hingga emas.
Koordinator Nasional JATAM, Melky Nahar, menyebut temuan ini tidak sekadar isu politik melainkan persoalan administrasi pemerintahan yang diatur tegas dalam undang-undang.
“Rangkap jabatan antara gubernur dan pemilik atau direktur perusahaan tambang adalah praktik yang dilarang,” tegas Melky.
Jika terbukti, pelanggaran administratif hingga pemberhentian sementara bisa menjadi konsekuensi.
Jejak yang Ditelusuri Dokumen Resmi
Laporan JATAM merinci sedikitnya lima perusahaan yang disebut memiliki kaitan langsung maupun tidak langsung dengan Sherly.