KLIK SAJA - Kematian siswa SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH menyisakan duka sekaligus keprihatinan banyak pihak.
Dugaan bahwa korban sebelumnya mengalami perundungan membuat kasus ini segera menjadi perhatian publik.
MH meninggal pada Minggu, 16 November 2025 di RS Fatmawati setelah sebelumnya dirawat intensif.
Kepolisian Resor Tangerang Selatan langsung merespons dengan membuka penyelidikan awal, memastikan tidak ada elemen kekerasan yang terlewat.
Baca Juga: Turun ke Akar Rumput, Seskab Teddy Jadi Simbol Baru Birokrasi Humanis
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai inisiatif pihak kepolisian.
“Kami dari kepolisian berinisiatif untuk memulai proses penyelidikan terhadap adanya dugaan tindak pidana terkait dengan peristiwa ini,” ujarnya.
Publik berharap penyelidikan kali ini benar-benar menyentuh akar persoalan perundungan di sekolah.
Kasus MH menjadi pengingat bahwa keamanan anak di lingkungan pendidikan harus menjadi prioritas.
Pemeriksaan Keluarga Korban Jadi Kunci Mengurai Kronologi
Dalam penjelasannya, Victor mengatakan bahwa keluarga MH telah memastikan kesediaan untuk memberikan keterangan resmi.
Baca Juga: UMKM Siap Naik Kelas! BRI Ungkap Jurus Digitalisasi dan Inovasi Produksi di PRABU Expo 2025
Langkah ini dianggap krusial untuk mengetahui apa yang benar-benar terjadi sebelum korban jatuh sakit dan meninggal dunia.
“Hari ini kami sudah dapatkan kepastian bahwa nanti akan dijadwalkan dari pihak orang tua korban akan memberikan keterangan kepada penyelidik,” kata Victor.