Saat Albanese membukanya, ia tampak tak bisa menahan tawa sekaligus rasa kagumnya.
Reaksi itu menunjukkan bahwa hadiah kecil bisa meninggalkan dampak besar dalam hubungan antar pemimpin.
Teddy: Diplomasi Tidak Selalu Harus Lewat Perundingan dan Ruang Rapat
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkap alasan di balik langkah unik Prabowo.
Baca Juga: 4 Fakta Tambahan Anggaran Rp28,63 T untuk Program Makan Bergizi Gratis yang Harus Kamu Tahu!
Menurutnya, diplomasi tidak harus selalu diwujudkan dalam perundingan panjang atau pertemuan internasional yang penuh formalitas.
Ada banyak cara membangun kedekatan antarnegara, mulai dari pendidikan, keamanan, hingga seni dan budaya.
Dalam hal ini, hadiah untuk Toto menjadi bentuk diplomasi alternatif yang lebih cair dan natural.
Teddy menyebut bahwa pendekatan semacam ini dapat menjembatani suasana, menciptakan keakraban yang tidak bisa dibangun oleh dokumen resmi.
Di balik momen lucu dan menggemaskan itu, ada strategi komunikasi yang sebenarnya cukup dalam.
Bobby dan Toto: Dua Anabul yang Jadi Simbol Persahabatan Dua Negara
Dalam narasi diplomasi terbaru Indonesia—Australia, dua hewan peliharaan tiba-tiba naik kelas menjadi ikon simbolis: Bobby si kucing milik Prabowo dan Toto si anjing milik Albanese.
Baca Juga: Blibli Store Central Park Resmi Hadirkan The New Apple Shop, Belanja Premium Apple Kini Lebih Mudah
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa meski Bobby dan Toto belum pernah bertemu, keduanya telah menjadi simbol kedekatan dua pemimpin negara.
Relasi anabul ini seolah mencerminkan hubungan hangat antara Jakarta dan Canberra, namun dalam cara yang lebih sederhana dan relatable.