10. Zainal Abidin Syah
Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara, tokoh perjuangan politik dan diplomasi, ditetapkan sebagai pahlawan nasional 2025.
Penetapan beliau menunjukkan penyebaran pengakuan ke wilayah‑timur Indonesia.
Keluarganya berhak atas penghormatan negara dan tunjangan rutin.
Beliau dapat ditonjolkan “pahlawan dari Maluku Utara yang selama ini kurang mendapat sorotan” sebagai poin pembeda.
Apa saja benefit usai ditetapkan jadi Pahlawan Nasional?
1. Penerima gelar (atau lebih tepat: ahli waris penerima karena umumnya penerima sudah wafat) mendapatkan penghormatan resmi negara: pemakaman dengan upacara kebesaran militer, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan jika memenuhi syarat.
2. Ada tunjangan berkelanjutan bagi keluarga: termasuk tunjangan kesehatan, tunjangan hidup, tunjangan pendidikan, dan tunjangan perumahan.
3. Besaran tunjangan utama disebut mencapai Rp 50 juta per tahun untuk keluarga penerima gelar.
Baca Juga: Ini Alasan Hukum Logo Arema Indonesia Ditolak DJKI, Arema FC Tetap Memiliki Perlindungan Merek Sah
4. Penetapan gelar juga memberikan nilai simbolik: pengakuan sejarah, pemuliaan jasa, serta penguatan identitas nasional dan daerah termasuk memberi spotlight kepada tokoh‑daerah yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.
Sosok‑sosok yang Punya Kontroversi
Pada daftar tahun 2025 ini, beberapa nama menimbulkan perdebatan:
1. Soerharto - kritik dari aktivis HAM dan komunitas korban Orde Baru yang melihat penetapan sebagai “penghapusan luka historis”.