Hetifah lantas meminta semua perguruan tinggi mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta membuka kanal pelaporan yang aman bagi mahasiswa.
“Kami mendorong setiap perguruan tinggi mengaktifkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta membuka kanal pelaporan yang aman bagi mahasiswa. Jangan biarkan korban takut bicara,” ujar Hetifah dalam keterangan resminya, pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Hetifah juga menegaskan pentingnya layanan konseling dan pendampingan psikologis di kampus agar mahasiswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan berdaya.
Keluarga Timothy Lapor ke Polisi
Ayah korban, Lukas Triana Putra akhirnya memutuskan melapor ke Polresta Denpasar setelah mendapati banyak kejanggalan dalam informasi yang diterimanya, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Lukas mengaku ingin memastikan kebenaran di balik kematian anaknya yang masih simpang siur.
“Ingin mencari kebenaran kronologi kematian karena yang selama ini kita terima itu berita masih simpang siur. Oleh sebab itu saya serahkan kepada pihak kepolisian,” kata Lukas kepada awak media di Polresta Denpasar, Bali, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Lukas menuturkan, pihak kampus belum memberikan penjelasan yang pasti tentang peristiwa kematian putranya.
Baca Juga: Pertamina Nyatakan Siap Dukung Penuh Rencana Pemerintah Terapkan Bensin Campuran Etanol 10 Persen
“Kampusnya saya kemarin berkomunikasi, beritanya bolak-balik, berubah-ubah istilah. Oleh sebab itu saya laporkan ke polisi,” ungkapnya.
Hingga kini, langkah keluarga Timothy dalam kasus ini menjadi babak baru dalam penyelidikan kasus yang sempat diwarnai spekulasi.
Di sisi lain, sebagian publik berharap penyidikan yang kini dilakukan secara resmi dapat membuka fakta sebenarnya dan menegakkan keadilan bagi korban.***