nasional

Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal

Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:52 WIB
Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal (Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan))

Angka tersebut tidak termasuk sebagai angkatan kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun yang memilih keluar dari pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan baru.

Janji Pemerintah soal Lapangan Pekerjaan

Pembukaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu janji politik Prabowo dan Gibran saat maju pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Saat itu, pasangan yang maju dengan nomor urut 02 ini menjanjikan bakal membuka 19 juta lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 'Rereongan Sapoe Sarebu' Dedi Mulyadi Disorot: Inilah Isi Surat Edaran Donasi Harian untuk ASN dan Pelajar

Berbagai program yang dijalankan oleh pemerintahan Kabinet Merah Putih pun digadang-gadang bakal mampu menyerap banyak tenaga kerja, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

Khusus MBG, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pun sempat memprediksi bakal ada 1,9 juta lapangan kerja yang dibuka.

“Pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, terus ekosistem yang terbangun dari ekonomi dan seterusnya,” ujar Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada 19 Maret 2025 lalu.

Baca Juga: Mengerikan! Truk Tronton Terjun Bebas dari Tol Tangerang-Merak di Terowongan Terondol Serang, 5 Orang Terluka Parah Tertimpa Kendaraan

Kemudian dijelaskan oleh Arief Anshory Yusuf, mengenai dampak MBG pada penyerapan tenaga kerja dan angka kemiskinan di Indonesia.

“Program ini sangat bagus sekali dalam konteks pro-job, jadi menciptakan lapangan pekerja baru itu sampai 1,9 juta,” ujar Arief dalam konferensi pers yang sama.

“Lalu kemudian kemiskinan itu bisa berkurang sampai menjadi 5,8 persen kalau roll out-nya benar, ketimpangan juga akan sangat berkurang,” jelasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini