Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal

photo author
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:52 WIB
Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal (Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan))
Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal (Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan))

KLIK SAJA - Anies Baswedan menyoroti serius fenomena gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus meningkat di Indonesia setiap tahunnya.

Melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya, Anies memaparkan data peningkatan kasus PHK yang menghantam dunia kerja nasional.

Menurut data yang ia sampaikan, pada tahun 2023 tercatat 64 ribu kasus PHK.

Angka ini kemudian melonjak tajam menjadi 77 ribu kasus pada tahun 2024.

Baca Juga: Stop Salah Paham! Inilah Alasan Utama MIND ID Membentuk Satgas Timah untuk Perbaiki Tata Niaga Timah Indonesia

Bahkan, baru di pertengahan tahun 2025 saja, sudah lebih dari 42 ribu orang yang dilaporkan kehilangan pekerjaan.

Anies menekankan bahwa angka-angka statistik ini menyimpan kisah pilu di baliknya, seperti perjuangan seorang ayah memikirkan tagihan, seorang ibu yang harus menjelaskan kesulitan ekonomi kepada anak, hingga pupusnya harapan lulusan baru (fresh graduate).

Lebih lanjut, Anies juga menyinggung tentang perubahan pekerjaan yang terpaksa diambil oleh para korban PHK.

Banyak dari mereka akhirnya harus beralih ke sektor informal setelah kehilangan pekerjaan lamanya.

Ia menyebut, tak sedikit yang beralih ke sektor informal setelah PHK terjadi karena mencari pekerjaan bukan hal mudah.

“Yang lebih menyakitkan, sebagian besar dari mereka tidak pindah ke pekerjaan formal baru, tapi justru jatuh ke sektor informal. Berdagang kecil-kecilan, jualan online yang seadanya, ojek online atau jadi pekerja serabutan,” paparnya.

Baca Juga: Informasi Jadwal Lokasi Samsat Keliling Area Pemalang Bulan Oktober 2025

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pekerjaan dari sektor informal memang memberi penghasilan, namun masih ada ketidakpastian yang membayangi.

“Memang ada penghasilan, tapi hidup jadi tidak pasti. Tidak ada BPJS, tidak ada THR, apalagi bicara pensiun. Jadi wajar kalau banyak yang merasa, ‘Kerjaan sih ada, tapi hidup tetap susah,’” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X