nasional

Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal

Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:52 WIB
Di Balik Lonjakan Angka PHK, Anies Baswedan Soroti Fresh Graduate yang Kehilangan Mimpi dan Pekerja yang Beralih ke Sektor Informal (Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan))

Menurutnya, pekerjaan pengganti tersebut hanya menunda kekhawatiran, bukan penyelesaian masalah.

Efek PHK Massal ke Banyak Sektor Perekonomian

Dalam video tersebut, Anies juga menyebut PHK massal bisa memberikan pengaruh hingga ke perekonomian, jadi tak hanya seputar permasalahan pekerja yang terimbas PHK saja.

“Ini adalah masalah kita semua, ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, maka daya beli masyarakat jadi turun,” tegasnya.

Baca Juga: Informasi Jadwal Samsat Keliling Area Garut Bulan Oktober 2025, Catat Tanggalnya!

Pengaruhnya bisa menciptakan efek domino, yakni pasar sepi hingga para pedagang kecil yang ikut penjualannya ikut sepi.

Anies: Solusi Ciptakan Lapangan Kerja, Kuatkan Sektor Formal

Di bagian akhir video tersebut, Anies mengungkapkan solusi yang tak boleh tambal sulam, tetapi strategi dalam membuka lapangan kerja.

“Artinya mendorong sektor formal tumbuh sehat, memberi insentif bagi usaha yang menyerap tenaga kerja, dan melindungi pekerja dengan jaminan sosial,” ucapnya.

“Itu artinya negara harus hadir bukan hanya saat orang kehilangan kerja, tapi jauh sebelumnya dengan memastikan dunia usaha kondusif, tenaga kerja terlindungi. PHK massal adalah alarm kita tidak bisa hanya bicara angka pertumbuhan, tapi lebih penting adalah apakah setiap orang punya pekerjaan yang aman dan layak,” tuturnya.

10 Juta Orang per Tahun di Indonesia Butuh Kerja

Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Surya Lukita Warman, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ada 10,7 juta orang di Indonesia yang butuh pekerjaan setiap tahunnya.

Baca Juga: Insiden Sidoarjo Masuk Hari Ke-7, BNPB Laporkan 37 Korban Tewas; Tim SAR Berjuang di Tengah Puing dan Temuan Mobil Mewah Hitam

Permasalahan penumpukan angkatan kerja yang menganggur sebelumnya ditambah dengan angkatan kerja baru ini juga jadi sorotan.

“Ada 10,7 juta orang yang butuh pekerjaan harus diopeni (diperhatikan) di mana amanat UUD 1945, seluruh warga negara berhak atas pekerjaan dan penghasilan layak untuk penghidupan,” ujar Lukita dalam acara media briefing di Kantor Pusat Pasar Kerja Kemenaker di Jakarta pada 26 September 2025 lalu.

Halaman:

Tags

Terkini