SRV mulai siaran perdana pada tanggal 1 April 1933.
Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Penyiaran Nasional.
Meskipun demikian, hingga kini Mangkunegoro VII belum secara resmi diakui sebagai Bapak Penyiaran Nasional.
3.Sutarjo Kartohadikusumo, Sosok Kunci di Balik Penyelesaian Konflik antara Radio Belanda dan Pribumi
Sutarjo Kartohadikusumo, seorang anggota parlemen pada masa pemerintahan Hindia Belanda, memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak penyiaran di Indonesia.
Ketika NIROM, radio milik Belanda, berselisih dengan radio-radio pribumi, Sutarjo menjadi penengah untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Ia kemudian mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh radio pribumi pada 29 Maret 1937.
Pertemuan ini membuahkan hasil dengan dibentuknya Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK), di mana Sutarjo ditunjuk sebagai ketuanya.
4. Abdulrachman Saleh, Bapak Ilmu Faal dan Pimpinan RRI Pertama
Dr. Abdulrachman Saleh, yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia, ternyata memiliki peran penting dalam dunia penyiaran.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai ketua stasiun radio VORO dari tahun 1936 hingga 1939.
Baca Juga: TNI Bantah Anggota Intel Tidak Terlibat Aksi Demonstrasi Berujung Kerusuhan
Bersama para aktivis radio lainnya, Abdulrachman Saleh turut hadir dalam pertemuan bersejarah untuk mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI).
Dalam rapat tersebut, ia dipercaya dan ditunjuk sebagai pimpinan pertama RRI.