KLIK SAJA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025).
Pemanggilan ini dilakukan menyusul rentetan aksi unjuk rasa yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia sejak 25 Agustus 2025 hingga saat ini.
Herindra mengaku ada hal penting yang harus ia laporkan langsung kepada Presiden, meski ia enggan merinci detail informasi tersebut.
“Tentunya ada informasi yang harus saya sampaikan kepada Presiden, itu saja,” ucap Herindra singkat.
Meski begitu, Herindra mengeklaim bahwa situasi nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Aksi Meluas di 107 Titik
Data Kementerian Dalam Negeri mencatat, aksi unjuk rasa terjadi di 107 titik yang tersebar di berbagai daerah sejak akhir Agustus.
Kerugian yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari kerusakan fasilitas umum hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi di sejumlah daerah.
Sementara itu, Komnas HAM melaporkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia, sebagian di antaranya akibat dugaan kekerasan aparat saat pengamanan aksi.
Publik mempertanyakan kenapa aksi kerusuhan tersebut terjadi merata di setiap daerah, sehingga membuat kejadian ini terasa janggal dan sudah didesain secara sistemik oleh oknum yang tak bertanggung jawab layaknya terorisme.
Di lain kesempatan, Presiden Prabowo menyatakan dalam aksi demonstrasi ini ditunggangi aksi makar dan terorisme.
Usut Tuntas Kerusuhan dan Provokasi
Aksi unjuk rasa yang sejatinya didominasi mahasiswa pada awalnya berlangsung damai. Namun, di banyak daerah demonstrasi tersebut berujung ricuh, ditandai dengan perusakan dan penjarahan fasilitas umum seperti markas kepolisian, kantor DPRD, hingga gedung pemerintahan lainnya.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap kinerja BIN dalam mendeteksi dan mencegah potensi kerusuhan.