nasional

Tinggalkan Gaji Tetap, Anak Muda Pilih Gig Economy: Ini Keuntungan dan Kerugian yang Harus Mereka Pertimbangkan!

Senin, 1 September 2025 | 06:28 WIB
Tinggalkan Gaji Tetap, Anak Muda Pilih Gig Economy: Ini Keuntungan dan Kerugian yang Harus Mereka Pertimbangkan! (Ilustrasi kelompok generasi Z atau familiar disebut Gen Z saat memasuki era Gig Ekonomi. (Freepik.com))

KLIK SAJA - Generasi Z semakin akrab dengan gig economy, sebuah model kerja yang mengandalkan proyek atau kontrak jangka pendek melalui platform digital.

Bagi banyak anak muda saat ini, pekerjaan lepas bukan lagi sekadar pekerjaan sampingan, melainkan sumber penghasilan utama.

Laporan Bank Dunia tahun 2023 mencatat bahwa ada lebih dari 435 juta pekerja lepas di seluruh dunia, yang setara dengan sekitar 12,5% dari total tenaga kerja global.

Fenomena ini diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.

Baca Juga: RRI Luncurkan Logo Baru di HUT Ke-80, Simbol Komitmen Mendukung Persatuan dan Kesejahteraan Rakyat

Direktur Utama Black Mammoth, Stoy Hall, menjelaskan bahwa situasi ini membawa peluang dan tantangan.

Meskipun pekerja lepas memiliki fleksibilitas, otonomi, dan beragam sumber penghasilan, mereka juga kehilangan hal-hal penting untuk masa depan, seperti jaminan pensiun, asuransi kesehatan, dan penghasilan yang stabil.

Generasi Z terlihat memimpin pergeseran ini.

Laporan Ogilvy menyebut pada tahun 2027, hampir separuh tenaga kerja di negara maju akan terjun dalam gig ekonomi.

Pertumbuhannya pun, disebut tiga kali lebih cepat dibanding pekerjaan konvensional.

Kendati tampak menjanjikan, pola kerja ini menuntut Gen Z untuk lebih disiplin mengatur keuangan.

Baca Juga: BRImo Terbaru Hadir dengan Peningkatan Fitur, Permudah Registrasi Akun dan Pembayaran QRIS dalam Hitungan Menit

Tanpa rencana matang, fleksibilitas bisa berubah menjadi kerentanan finansial.

"Pendapatan yang tidak menentu membuat anggaran sulit dijaga," demikian tertulis dalam laporan Investopedia.

Halaman:

Tags

Terkini