nasional

Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal-usulnya

Kamis, 13 Februari 2025 | 18:14 WIB
Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal-usulnya (Sejarah Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia berwarna hijau. (instagram.com/nursamani41))

Inovasi ini kemudian melahirkan perusahaan Ultragaz pada tahun 1939.

Saat itu, perusahaan ini memiliki tiga truk distribusi dan melayani 166 pelanggan.

Sebelas tahun kemudian, pada tahun 1950, jumlah pelanggan meningkat pesat menjadi lebih dari 70 ribu.

Hingga kini, Ultragaz menjadi salah satu perusahaan penyedia gas elpiji terbesar di dunia.

Baca Juga: Prabowo Beri Pesan ke Seluruh Instansi: Siapa yang Bandel, Saya akan Tindak!

Setelah Perang Dunia II berakhir dan industri kembali berkembang, penjualan gas elpiji di AS melampaui 1 miliar galon.

Pada 1947, kapal tanker gas elpiji pertama dibangun, dan tiga tahun kemudian, ribuan bus serta taksi mulai beralih menggunakan bahan bakar gas elpiji.

Pada tahun 1965, Chevrolet bahkan memperkenalkan empat jenis mesin kendaraan berbahan bakar gas elpiji.

Dalam beberapa dekade berikutnya, perdagangan gas elpiji semakin berkembang secara internasional.

Pada tahun 1980-an, ekspor gas elpiji AS telah mencapai 17 juta ton, dan jumlah ini terus bertambah hingga 48 juta ton pada tahun 2000.

Sejarah Gas Elpiji di Indonesia

Gas elpiji pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1968 dengan peluncuran tabung gas berukuran 12 kg berwarna biru.

Kehadiran gas elpiji bertujuan sebagai alternatif pengganti minyak tanah dan kayu bakar yang banyak digunakan masyarakat saat itu.

Baca Juga: Prabowo Kenang Komitmen Gus Dur dalam Kesejukan dan Perdamaian

Minyak tanah dan kayu bakar memiliki berbagai keterbatasan, seperti pasokan yang tidak stabil, efisiensi pembakaran yang rendah, serta dampak negatif terhadap lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini