Prabowo Kenang Komitmen Gus Dur dalam Kesejukan dan Perdamaian

photo author
- Jumat, 7 Februari 2025 | 17:26 WIB
Prabowo Kenang Komitmen Gus Dur dalam Kesejukan dan Perdamaian
Prabowo Kenang Komitmen Gus Dur dalam Kesejukan dan Perdamaian

KLIK SAJA - Presiden RI Prabowo Subianto mengenang sosok Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam membawa kesejukan dan perdamaian.

Prabowo menyebutkan bahwa kepemimpinan Gus Dur patut diteladani, terutama dalam hal moderasi, kesejukan, dan perdamaian.

Prabowo bercerita bahwa Gus Dur memiliki komitmen untuk mewakili Islam dalam moderasi, kesejukan, dan perdamaian.

Gus Dur menjadi teladan bagi Prabowo saat menjadi Ketua Umum Partai Gerindra, terutama dalam hal menjaga keamanan dan keselamatan kaum minoritas.

Baca Juga: Momen Prabowo Cek Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Intip dari Jendela Tanpa Ganggu Jam Belajar

Prabowo menyebutkan bahwa Gus Dur pernah mengerahkan kader untuk menjaga Gereja dan Vihara dari ancaman bom.

Prabowo mengambil contoh dari Gus Dur saat ada peristiwa beberapa Gereja dan Vihara diancam mau dibom.

Prabowo memerintahkan Gerindra untuk menjaga Gereja dan Vihara-Vihara tersebut, sebagai bentuk penghormatan dan teladan dari kepemimpinan Gus Dur.

Dengan demikian, Prabowo menunjukkan bahwa kepemimpinan Gus Dur masih relevan dan patut diteladani dalam konteks kekinian.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut Proses Penetapan Harga Gas LPG 3 Kg dari Distributor hingga Pengecer: Rp19.000 Sudah Terlalu Tinggi

Dalam mengenang sosok Gus Dur, Prabowo Subianto menekankan pentingnya moderasi, kesejukan, dan perdamaian dalam kepemimpinan.

Prabowo juga menunjukkan bahwa kepemimpinan Gus Dur masih menjadi teladan bagi dirinya, terutama dalam hal menjaga keamanan dan keselamatan kaum minoritas.

Hingga kini, Prabowo terus berpegang teguh pada prinsip Gus Dur agar senantiasa bersikap berani dan mengoreksi diri dalam membangun pemerintahan Indonesia ke depan.

“Artinya, pemimpin harus berani memberi contoh walaupun mungkin tidak populer waktu itu Gus Dur belum populer, tapi beliau berani. Sekarang pun kita harus berani, saya ajak semua rekan-rekan saya, kita harus berani, berani mengoreksi diri, berani membangun suatu pemerintahan ke depan, pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan korupsi, itu tekad kami,” imbuhnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: RIlis Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X