Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal-usulnya

photo author
- Kamis, 13 Februari 2025 | 18:14 WIB
Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal-usulnya (Sejarah Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia berwarna hijau. (instagram.com/nursamani41))
Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal-usulnya (Sejarah Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia berwarna hijau. (instagram.com/nursamani41))

Menurut informasi dari situs Makeen Energy, gas elpiji pertama kali ditemukan pada tahun 1910 oleh seorang ahli kimia asal Amerika Serikat bernama Walter O. Snelling.

Pada waktu itu, Snelling menyadari bahwa minyak bumi tidak hanya menghasilkan bensin, solar, dan minyak pemanas, tetapi juga mengandung gas elpiji.

Penemuan ini bermula dari keluhan seorang pemilik mobil yang merasa heran karena setengah dari bensinnya menguap sebelum dia sampai di rumah setelah mengisi tangki mobil Ford Model T-nya.

Snelling kemudian melakukan penelitian dan menemukan bahwa sebagian dari bensin tersebut berubah menjadi uap, yang akhirnya dikenal sebagai gas elpiji.

Baca Juga: Kemlu Berharap Kepolisian Malaysia Perhatikan Perbedaan Waktu, Kasus Penembakan APMM yang Melibatkan WNI untuk Penyelidikan Lebih Lanjut

Ia pun mulai meneliti lebih lanjut sifat-sifat bensin dan berhasil memisahkan fraksi gas dari fraksi cair, yang mengarah pada penemuan propana.

Pada tahun 1912, Snelling memasang instalasi propana domestik pertamanya, dan setahun kemudian, ia mematenkan produksi propana dalam skala industri.

Hak paten tersebut kemudian dibeli oleh Frank Phillips, pendiri perusahaan minyak ConocoPhillips.

Namun, saat itu konsumsi gas elpiji masih terbatas dan belum berkembang secara signifikan.

Baca Juga: CEO Promedia Agus Sulistriyono Sebut Hari Pers Nasional Sebagai Momen Penting untuk Mengapresiasi Dedikasi dan Usaha Jurnalis di Indonesia

Gas Elpiji sebagai Bahan Bakar

Penggunaan praktis gas elpiji pertama kali dicatat pada tahun 1918, ketika bahan bakar ini dimanfaatkan untuk lampu las dan obor pemotong logam.

Produksi komersial baru benar-benar berkembang pada 1920-an.

Di Amerika Serikat, penjualan gas elpiji mencapai 223 ribu galon pada tahun 1922 dan meningkat menjadi 400 ribu galon dalam tiga tahun berikutnya.

Penggunaan gas elpiji semakin luas, termasuk sebagai bahan bakar motor untuk truk pada tahun 1928 serta untuk lemari es berbahan bakar gas elpiji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: National Geographic

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X