Namun, di daerah yang dekat dengan peternakan sapi atau penghasil susu sapi, pemberian susu bisa dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.
"Saya tanya tadi ke Kepala SPPG, mereka itu sekali seminggu susunya. Dia bilang susu itu per hari Jumat, tapi yang (SPPG) di Cimahi yang kita kunjungi, susunya di hari Senin," jelas Hasan.
Hasan juga bercerita tentang salah satu SPPG di Cimahi, Jawa Barat, yang telah menyediakan susu dalam kemasan botol kaca untuk mengurangi sampah dan limbah.
"Di Cimahi itu lebih dari sekali susunya dan dia pakai botol kaca karena di situ ada peternakan atau pabrik susu sapi. Jadi pakai botol kaca agar tidak menimbulkan limbah," kata Hasan.
Baca Juga: Prabowo akan Hapus Utang Sekitar 1 Juta Pelaku UMKM, Total Rp 14 T
Perlu diketahui, program MBG ini, yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, telah resmi diterapkan di sekolah-sekolah dan posyandu di 26 provinsi di Indonesia.
Hingga saat ini, terdapat sekitar 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil.
Pesan Wamentan Soal Susu Sebelum Pelaksanaan MBG
Sebagai tambahan, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk mendukung keberhasilan program MBG. Ia menjelaskan bahwa pola makan bergizi tidak selalu harus melibatkan susu.
Baca Juga: Siapa Chul Su, Boneka Baru di Squid Game 3? Apa Bedanya dengan Young-Hee?
“Makan bergizi tidak berarti harus minum susu. Makan bergizi berarti mengonsumsi jumlah protein yang cukup bagi ibu hamil dan anak-anak yang sedang bersekolah,” ungkap Sudaryono pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Walaupun pemerintah berupaya untuk menyediakan susu dalam program ini, terbatasnya pasokan susu domestik menjadi tantangan.
Oleh karena itu, pemerintah mengusulkan agar susu dapat digantikan dengan sumber protein lain seperti ayam atau telur, tergantung pada kondisi daerah masing-masing.
Di beberapa wilayah penghasil susu seperti Banyumas dan Boyolali, susu dapat diberikan sesuai dengan ketersediaan dari peternak lokal.
Seiring berjalannya waktu, Sudaryono juga menjelaskan bahwa pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan produktivitas sapi perah dalam negeri untuk mendukung kebutuhan susu bagi MBG di masa depan.