KLIK SAJA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmennya untuk memberantas korupsi secara tegas dan tanpa pandang bulu.
Hal ini disampaikannya dalam acara HUT Ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.
Prabowo menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan mengingatkan semua pihak untuk kembali ke jalan yang benar jika pernah melakukan penyimpangan.
Ia juga menyoroti praktik-praktik korupsi seperti penyelundupan kekayaan, tambang ilegal dan manipulasi laporan keuangan yang harus dihentikan.
Baca Juga: Ingin Bentuk Bibit Atlet Sejak Dini, Prabowo Setujui Jam Olahraga di Sekolah
Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo mengingatkan kader partainya agar tidak terlibat korupsi dan siap mengambil tindakan langsung terhadap pelanggaran.
Prabowo kemudian meminta semua unsur agar patuh terhadap hukum, baik dari pemerintahan maupun sektor bisnis.
“Saya melihat laporan-laporan, terlalu banyak kekayaan kita, ada yang diselundupkan keluar, ilegal mining, ini-itu, manipulasi laporan, nggak mau bayar pajak, nggak mau bayar kewajiban kepada negara, menerima fasilitas dari negara, memanfaatkan milik rakyat tetapi tidak memenuhi kewajibannya, akan kita hentikan,” tegasnya.
Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra pun mengatakan sudah menegaskan ke seluruh kader Gerindra agar tidak sekali-kali melakukan praktik korupsi, karena dirinya sendiri yang akan langsung menindak.
Baca Juga: Bagi Penyuka Es Krim, Indofood Ice Cream Buka Loker Sales Untuk Lulusan SMA, Catat Syaratnya!
“Saya juga selalu sampaikan di kalangan partai saya, Gerindra, jangan karena kau merasa Gerindra kau berbuat menyimpang seenaknya, kau berharap Gerindra akan melindungi kau, tidak," kata Prabowo.
"Ini semua saya sampaikan kepada yang menang-menang, gubernur, wali kota, bupati, kalau kau mengkhianati rakyat, maaf saya yang akan pertama menindak saudara-saudara sekalian, itu yang saya sampaikan ke partai saya,” lanjut dia.
Prabowo pun mengajak semua pihak menjaga nama baik masing-masing dengan memegang prinsip “harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading.”
“Kita nanti dipanggil Tuhan, yang kita tinggalkan hanya nama kita, apa nama baik atau nama tidak baik. Sebelum bertindak ingat selalu nama baikmu,” kata Prabowo.