KLIK SAJA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, telah mulai diuji coba sejak November 2024.
Program ini bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah, sekaligus memanfaatkan hasil bumi lokal sebagai bahan makanan.
Wamendagri Ribka Haluk mengungkapkan, Papua sebagai wilayah kaya hasil bumi dapat menjadi contoh sukses program ini.
Menurutnya, hasil pertanian masyarakat harus dioptimalkan demi menyediakan makanan bergizi bagi siswa.
Baca Juga: Zaman Berubah, Angka Perceraian Tinggi Akibat Judi Online dan Pemilu
Hal ini juga menjadi perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang turut mengawal pelaksanaan program MBG di Jakarta.
Namun, di tengah semangat besar pemerintah, cerita ironi muncul dari dua siswa yang justru tidak mau menikmati makanan gratis ini.
Siswi SD Palembang: Makanan untuk Ibu di Rumah
Kisah pertama datang dari SDN 166 Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam program uji coba MBG, seorang siswi terlihat enggan makan siang gratis yang dibagikan.
Saat ditanya oleh Plt Kasubag Renmin Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKP Yetty Gultom, siswi tersebut menjawab dengan polos, "Untuk mama, mama mengepel di rumah orang."
Fakta ini menyentuh hati Yetty dan timnya, yang berencana memberikan bantuan langsung ke rumah siswi tersebut.
Hal ini menunjukkan bagaimana program MBG tidak hanya menghadirkan makanan di sekolah, tetapi juga menyingkap isu kelaparan di keluarga siswa.