nasional

Serem! Kamboja Jadi Pusat Sewa Rahim Ilegal Internasional, Kok Bisa?

Jumat, 25 Oktober 2024 | 16:49 WIB
ilustrasi ibu pengganti (pixabay)

KLIK SAJA - Kamboja sedang berjuang melawan praktik sewa rahim (surogasi) internasional secara  ilegal di negaranya.

Saat ini permintaan praktik surogasi atau ibu pengganti kehamilan di tengah sedang tinggi-tingginya di level global.

Praktik Surogasi secara komersial dan legal semakin sulit diselenggarakan karena banyak negara membatasi praktik ini untuk mencegah eksploitasi perdagangan manusia.

Baca Juga: Terungkap Ribuan WNI Terlibat Operator Judi Online yang Dijalankan di Filipina dan Kamboja

Praktik surogasi banyak dilakukan oleh pasangan dari negara-negara Barat yang mendambakan anak biologis baik itu karena alasan memang belum dikarunai anak atau bahkan dengan alasan inginkan anak biologis tetapi tak mau menjalani proses kehamilan dan persalinan.

Sebenarnya praktik surogasi di negara-negara Barat dapat dilaksanakan secara legal, namun biaya yang harus dikeluarkan sangatlah mahal.

Hal tersebut membuat beberapa calon orang tua beralih ke negara berkembang di Asia.

Dilansir dari Euro News Jumat (25/10/2024),  setelah praktik surogasi dilarang di Thailand, India, dan Nepal, maka negara Kamboja menjadi tujuan utamanya.

Bill Houghton dari Sensible Surrogacy memberikan keterangan bahwa agensi-agensi surogasi sering berpindah-pindah ke negara yang belum memiliki pembatasan hukum.

Bahkan popularitas surogasi meningkat karena publikasi dari selebriti atau endoser yang mempromosikan praktik ini.

Baca Juga: Menguak Fenomena Kasus Grooming Pelecehan Seksual Di Sekolah

Beberapa pasangan dari negara Barat telah berhasil menggunakan jasa surogasi di Kamboja.

Akhirnya pemerintah Kamboja memutuskan untuk menindak praktik tersebut dan melarang surogasi komersial sejak 2016, namun entah mengapa praktik tersebut masih terus berjalan.

Kamboja sendiri telah lama menghadapi masalah perdagangan manusia yang merusak citra negara Asia Tenggara tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini