Pelaku UMKM juga dapat membangun jejaring yang lebih kuat antara sesama pelaku ekonomi kreatif, pemerintah kota, dan pemerintah pusat.
“Kegiatan Kelana Nusantara ini hadir di Badung agar kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha bisa langsung diatasi dengan konsep kolaborasi,” ujar Sandiaga.
Terkait aktivitas wisatawan yang saat ini lebih banyak terpusat di daerah Badung bagian selatan, Menparekraf mendorong agar pelaku usaha mengembangkan usaha di daerah Badung lainnya.
Apalagi Kabupaten Badung memiliki sejumlah desa wisata yang telah masuk dalam jejaring desa wisata (Jadesta) Kemenparekraf diantaranya Desa Wisata Bongkasa Pertiwi juga Desa Wisata Munggu yang dapat dimaksimalkan sebagai atraksi unggulan.
“Kita mungkin bisa bekerja sama dengan travel untuk kembangkan paket perjalanan, sehingga traffic ini tidak menumpuk di satu titik tapi kita bisa distribusikan destinasi-destinasi wisata lainnya,” kata Sandiaga.
Baca Juga: Bertemu PM Vietnam, Ini Hal-Hal yang Ditekankan Presiden Jokowi!
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengatakan selama pandemi sektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat.
Karenanya kekuatan ekonomi kreatif harus terus dijaga dan diperkuat melalui kolaborasi.
“Kita ini jangan berkompetisi, kita harus saling bekerja sama tapi tentu juga yang perlu diingat adalah pelaku usaha harus mampu memunculkan diferensiasi dari setiap produk yang diciptakannya. Kedepan, harapannya bagaimana ekonomi kreatif ini dapat kita kembangkan menjadi kelas dunia,” ujar Tjok Bagus Pemayun.
Turut mendampingi Menparekraf, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setyaharini.
Hadir pula Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa; dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bapak I Nyoman Rudiarta.