Pemerintah, Klik Saja - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam pada (12/1) di Goverment Office, Hanoi, Vietnam.
Jokowi mengatakan bahwa pertemuannya dengan PM Vietnam menghasilkan beberapa Memorandum of Understanding (MoU). Salah satunya ialah Indonesia-Vietnam menargetkan neraca perdagangan kedua negara tersebut bisa berada diatas USD15Miliar di tahun 2028.
Salah satu cara untuk menaikkan target perdagangan tersebut ialah dengan melakukan perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan.
"Kesepakatan peningkatan target baru perdagangan, yaitu di atas USD15 miliar untuk 2028, di mana perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan menjadi kunci", kata Jokowi dalam cuitan akun X miliknya.
Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia-Vietnam akan melakukan kerjasama di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Jokowi menilai hal tersebut sejalan dengan penguatan kerjasama antara Indonesia-Vietnam yang memanfaatkan bonus demografi, digitalisasi, dan industri tekonolgi untuk kemakmuran bangsa.
Selain dua hal tersebut, Jokowi menambahkan bahwa Indonesia-Vietnam juga akan memperkuat kerjasama di bidang pertanian dan perikanan.
"Kerja sama pertanian semakin kuat melalui penelitian pengendalian mutu dan smart farming, mendorong implementasi MoU kerja sama perikanan, serta memberantas IUU Fishing", lanjut Jokowi.
Artikel Terkait
Nekat Lakukan Penipuan Kepada Korban Hingga 260 Juta! Pelaku Berhasil Diamankan, Modus Jual Beli Sarang walet
Datang dan Bertemu Dalam Kegiatan Konsolidasi Indonesia Maju, Prabowo Soroti Komoditas Lada di Bangka Belitung
Akui Elektabilitas Anies Baswedan Semakin Naik, Capres Prabowo Subianto Minta Tolong Pendukung di Bangka Belitung