Bertemu PM Vietnam, Ini Hal-Hal yang Ditekankan Presiden Jokowi!

photo author
Arif Rizqillah, Klik Saja
- Sabtu, 13 Januari 2024 | 15:56 WIB
Jokowi Saat Bertemu PM Vietnam pada Jumat (12/1) (Source : @jokowi)
Jokowi Saat Bertemu PM Vietnam pada Jumat (12/1) (Source : @jokowi)

Pemerintah, Klik Saja - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam pada (12/1) di Goverment Office, Hanoi, Vietnam.

Jokowi mengatakan bahwa pertemuannya dengan PM Vietnam menghasilkan beberapa Memorandum of Understanding (MoU). Salah satunya ialah Indonesia-Vietnam menargetkan neraca perdagangan kedua negara tersebut bisa berada diatas USD15Miliar di tahun 2028.

Baca Juga: Akui Elektabilitas Anies Baswedan Semakin Naik, Capres Prabowo Subianto Minta Tolong Pendukung di Bangka Belitung

Salah satu cara untuk menaikkan target perdagangan tersebut ialah dengan melakukan perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan.

"Kesepakatan peningkatan target baru perdagangan, yaitu di atas USD15 miliar untuk 2028, di mana perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan menjadi kunci", kata Jokowi dalam cuitan akun X miliknya.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia-Vietnam akan melakukan kerjasama di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Jokowi menilai hal tersebut sejalan dengan penguatan kerjasama antara Indonesia-Vietnam yang memanfaatkan bonus demografi, digitalisasi, dan industri tekonolgi untuk kemakmuran bangsa.

Baca Juga: Datang dan Bertemu Dalam Kegiatan Konsolidasi Indonesia Maju, Prabowo Soroti Komoditas Lada di Bangka Belitung

Selain dua hal tersebut, Jokowi menambahkan bahwa Indonesia-Vietnam juga akan memperkuat kerjasama di bidang pertanian dan perikanan.

"Kerja sama pertanian semakin kuat melalui penelitian pengendalian mutu dan smart farming, mendorong implementasi MoU kerja sama perikanan, serta memberantas IUU Fishing", lanjut Jokowi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arif Rizqillah

Sumber: jokowi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X