BPJS Kesehatan Soroti Tingginya Angka Operasi Caesar di Indonesia
BPJS Kesehatan juga menaruh perhatian besar terhadap tingginya angka persalinan melalui operasi caesar di Indonesia.
Berdasarkan data internal, sekitar 51 persen persalinan saat ini dilakukan dengan metode operasi caesar.
Angka tersebut dinilai jauh melampaui batas ideal yang direkomendasikan secara global, yakni sekitar 20 persen.
Prihati Pujowaskito menilai kondisi tersebut menunjukkan tindakan operasi tidak selalu didasarkan pada kebutuhan medis yang mendesak.
Menurutnya, dari setiap sepuluh persalinan, idealnya delapan hingga sembilan ibu hamil dapat melahirkan secara normal secara alami.
Karena itu, BPJS Kesehatan ingin mengembalikan operasi caesar sebagai pilihan terakhir demi keselamatan ibu dan bayi.
BPJS Kesehatan Luruskan Anggapan Soal Operasi Caesar Berulang
Prihati Pujowaskito juga menyinggung anggapan bahwa ibu yang pernah menjalani operasi caesar pasti akan melahirkan dengan metode yang sama pada kehamilan berikutnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan kepada masyarakat.
"Masih ada anggapan one caesarean is always caesarean. Ini keliru," kata Pujo.
Ia menilai keputusan metode persalinan tetap harus berdasarkan kondisi medis masing-masing ibu dan janin.
Dengan pendekatan berbasis bukti, dokter dapat menentukan pilihan persalinan yang paling aman.
Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar tidak muncul persepsi yang keliru mengenai persalinan caesar.
Artikel Terkait
Tarif Integrasi Transportasi Umum Rp10 Ribu Berlaku 3 Jam, Begini Cara Naik TransJakarta, MRT, LRT, hingga KRL Lebih Hemat Sekali Jalan
Masih Ada 250.519 Tiket Diskon Kereta Api Libur Sekolah, KAI Ajak Penumpang Pilih Jadwal yang Lebih Sepi Agar Perjalanan Lebih Nyaman
Piala Dunia 2026 Tak Hanya Meriah di Stadion, Sejumlah Maskapai Hadirkan Livery Pesawat Bertema FIFA yang Mencuri Perhatian
Saham GOTO Kembali Jadi Perbincangan, Kutukan Gocap Viral saat Harga Bertahan di Rp50 Meski Buyback Rp3,5 Triliun Disetujui
287 WNA Jadi Tersangka Kasus Judol Hayam Wuruk, Polisi Ungkap Peran Pelaku hingga Nilai Transaksi Rp13,9 Triliun