“Kita sambil menunggu untuk operasinya, yang penting sekarang adalah pemulihannya dulu. Setelah stabil, baru melakukan next step-nya,” imbuhnya.
Keputusan tersebut diambil agar tindakan operasi nantinya dapat berjalan lebih aman dan optimal.
Rumah sakit pun terus memantau perkembangan kondisi korban dari hari ke hari.
Tim Dokter Lintas Disiplin Dibentuk untuk Menangani YTR
RSHS membentuk tim khusus yang terdiri dari berbagai dokter spesialis untuk menangani pemulihan korban.
Penanganan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh kondisi kesehatan YTR dapat ditangani secara bersamaan.
“Dengan arahan Pak Dirut RSHS kami membuat tim. Tim tersebut terdiri dari dokter bedah plastik, dokter mata, dokter gizi, dan dokter-dokter lainnya. Jadi penanganannya betul-betul komprehensif,” jelasnya.
Tim tersebut akan terus mengevaluasi perkembangan korban sebelum menentukan tindakan medis berikutnya.
Pendekatan lintas disiplin diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan fisik maupun mental korban.
Pemulihan Psikis dan Gizi Menjadi Prioritas Utama
Selain kondisi fisik, tim dokter juga memberikan perhatian besar terhadap kesehatan mental korban.
Pemulihan psikologis dinilai menjadi bagian penting sebelum tindakan operasi dilakukan.
“Kita pemulihan keadaan umum dulu, untuk estimasi (operasi) kita belum pastikan berapa lama,” ungkap Fitra.
“Yang pasti kan adalah keadaan psikis dulu kita pulihkan, lalu juga gizinya kita pulihkan sampai betul-betul sehat,” tuturnya.
Artikel Terkait
Efek Tak Terduga Piala Dunia 2026, Hotel Diskon Besar dan Penerbangan ke AS Malah Lesu
Info Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan ke Surabaya Periode 1 – 15 Juli 2026
Info Info Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan ke Surabaya Periode 1 – 15 Juli 2026
Informasi Jadwal dan Tarif KM Dharma Kartika 9 Rute Balikpapan ke Parepare Periode 1 – 15 Juli 2026
Kronologi Meninggalnya Novia Rahmadhani Sitohang Saat Latsarmil SPPI KNMP 2026 di Jakarta, Sempat Dirawat karena Tuberculosis