Ia menilai pendekatan yang digunakan dalam pelatihan tidak disusun secara matang sesuai kebutuhan calon manajer koperasi.
"Fenomena ini menunjukan bahwa desain pelatihan tidak dipikirkan secara matang atau ceroboh dalam memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan bagi para peserta," kata Agustinus dalam keterangannya, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, pelatihan seharusnya lebih berfokus pada kemampuan manajerial yang relevan dengan tugas pengelolaan koperasi.
"Pelatihan militeristik diberikan dalam wujud baris berbaris, lari, apel, dan memegang senjata, yang semuanya itu berbeda atau bahkan jauh berbeda dari tugas manajer koperasi," jelas Agustinus.
"Lebih tepat dikelola dengan model kepemimpinan sipil, bukan model kepemimpinan militer," tandasnya.***
Artikel Terkait
Info Jadwal KA Sri Tanjung Periode 25 - 30 Juni 2026 Rute Ketapang Banyuwangi - Kota Rogojampi - Surabaya Gubeng, Cek Tarif Ekonomi PSO
PELNI Siapkan 3 Kapal Penumpang Baru, Ini Target Operasi 2029 dan Dampaknya bagi Penumpang di Seluruh Indonesia
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 36 Periode 22 Juni – 1 Juli 2026 Rute Serasan – Penagi – Tarempa – Tanjung Pinang – Tambelan – Sintete
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 48 Periode 25 Juni – 4 Juli 2026 Rute Tanjung Pinang – Midai – Pulau Laut – Selat Lampa – Serasan – Sintete
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 59 Periode 25 Juni – 5 Juli 2026 Rute Pagimana – Gorontalo – Banggai – Bobong – Bitung – Falabisahaya