Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Akui Terima Uang Saat Demo Jakarta, Ini Cerita Lengkapnya

photo author
- Selasa, 23 Juni 2026 | 15:20 WIB
Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Akui Terima Uang Saat Demo Jakarta, Ini Cerita Lengkapnya (Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id))
Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Akui Terima Uang Saat Demo Jakarta, Ini Cerita Lengkapnya (Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id))

"(Uang) itu sebagai bentuk penyuapan, ada namanya Bang Aan," sambung Abdi.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari polemik yang berkembang setelah video pengakuan tersebut beredar.

Ada Rencana Mediasi dengan Wakil Presiden

Selain terkait lokasi aksi, Abdi menyebut terdapat permintaan agar mahasiswa mengikuti mediasi tertutup dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu rangkaian setelah aksi mahasiswa berlangsung.

Sejumlah perwakilan mahasiswa kemudian mendatangi kantor Wapres.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi nasional. Mediasi berlangsung sekitar 60 menit.

Abdi mengatakan beberapa poin yang dibahas antara lain evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih.

"Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami, di antaranya evaluasi dan perbaikan segala bentuk yang janggal di negara hari ini seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih," kata Abdi setelah mediasi di Istana Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026.

Baca Juga: 8 Media Promedia Group Jadi Sasaran Serangan DDoS, Diduga Berkaitan dengan Pemberitaan Dugaan Kasus Korupsi

Aksi Mahasiswa UBK Berawal dari "Tata Ulang Indonesia"

Sebelum muncul kontroversi terkait pengakuan uang tersebut, mahasiswa UBK menggelar aksi bertajuk "Tata Ulang Indonesia".

Aksi dilakukan pada Senin, 15 Juni 2026 dengan titik awal dari kampus UBK di kawasan Cikini menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Dalam perjalanan aksi, massa mahasiswa sempat terlibat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian di kawasan Tugu Tani.

Situasi tersebut kemudian membuat pimpinan aksi diminta melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X