Kualitas bahan bakar B100 yang menjadi komponen campuran disebut telah memenuhi spesifikasi yang diperlukan.
Anggia meminta pelaku industri ikut mendukung penerapan program tersebut.
Ia menilai kualitas pencampuran dan distribusi akan menjadi faktor penting keberhasilan B50.
"Kualitas maupun distribusi serta blending-nya, pencampurannya, karena ini sangat menentukan nanti untuk penggunaan B50 dan juga kualitas dari B50 ini," beber Anggia.
Pemerintah berharap penggunaan B50 dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.
Program ini juga disebut dapat menekan impor BBM.
B50 Diklaim Bisa Hemat Devisa dan Buka Lapangan Kerja
Selain mengurangi impor bahan bakar, pemerintah memperkirakan penerapan B50 memberikan dampak ekonomi.
Salah satunya melalui penghematan devisa negara.
Anggia menyebut implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun.
Selain itu, program tersebut juga diperkirakan membuka peluang kerja baru.
"Dengan implementasi B50 di Juli, proyeksi penyerapan tenaga kerja 2,2 juta" imbuhnya.
Angka tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong percepatan penerapan biodiesel dengan campuran lebih tinggi.
Meski demikian, sejumlah masyarakat tetap mempertanyakan dampaknya terhadap kendaraan.
Artikel Terkait
Fakta Terbaru Dugaan Peretasan Bank Jatim dan Klaim Kebocoran Data Nasabah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Pin Ibu Hamil di KRL Diduga Tidak Resmi, Penumpang Ungkap Kejanggalan Saat Beri Tempat Duduk
Viral Pidato Ivar Jenner di Pernikahan Justin Hubner, Kenang Noah Gesser dan Bikin Suasana Haru di Bali
Viral Warga Batang Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Polisi Sebut Kerugian Negara Capai Puluhan Miliar
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 69 Periode 22 – 30 Juni 2026 Rute Bitung – Makalehi – Ngalipaeng – Damau – Dapalan - Miangas